Saturday, October 6, 2012

Menguak Fenomena Gunung Es Jokowi

Menangnya Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pilkada putaran kedua menjadi fenomena. Bukan Jokowinya! Sebagaimana hiruk-pikuknya bahasan Jokowi dan kehidupannya. Sampai nggladrah kesana kemana-mana. Bukan lagi kesana-kemari! Bahkan ada yang jauh membahas sampai bisnis kuliner anaknya Jokowi. Demikian judulnya dan awal bahasannya tentang kuliner, namun ujung-ujungnya menghubungkan kemenangan bapaknya. Nah, ini baru kesana-kemari.

Ini membahas fenomena Gunung Es Jokowi. Biar keren istilahnya dikarang saja "Jokowi Iceberg Phenomenon". Ini biar bahasannya lebih nggladrah lagi. Loh? Namun semoga saja nggak kesana kemana-mana lalu blas ndak nyambung. Paling tidak masih kesana-kemari. Berusaha menyambungkan walau sedikit. Mungkin agar lebih sok nyambung, bahasannya difokuskan ke fenomena dan gunung es. Bukan Jokowinya, tetapi kaitannya antara fenomena kemenangan Jokowi dan gunung es kerakyatan.

Fenomena itu suatu kejadian nyata yang memerlukan kajian lebih mendalam. Kenapa? Karena kejadian ini ada unsur seperti wonder atau miracle. Jadi tidak seperti biasanya. Pengusung Jokowi untuk bertarung di pilkada DKI Jakarta adalah dua partai utama dengan perolehan suara hanya sekitar 17% saat Pemilu anggota DPR RI 2009 di DKI Jakarta. Sedangkan kompetitornya Foke diusung paling tidak 6 partai utama dengan perolehan suara 69%. Kemenangan Jokowi memang wonderful!


Perumpamaan Gunung Es di laut. Kemenangan "kerakyatan" Jokowi itu ibarat hanya bagian ujung kepala gunung yang terlihat. Punggung gunung, badan gunung, tangan gunung, pantat gunung dan kaki gunungnya tidak terlihat, karena terbenam di dalam laut. Masak sih gunung punya punggung segala? Ah, percaya saja punya! Dan konon dalam teori gunung es, ujung atas yang kelihatan itu hanya 10%, selebihnya 90% tak terlihat nyata, tapi benar-benar ada di dalam laut.


Apa fenomena Gunung Es Jokowi? Begini sajalah. Seandainya gunung es "kerakyatan" itu terkena suhu yang lebih hangat maka gunung es akan mencair. Bayangkan pertama yang akan mencair bagian atas gunung, kemudian tengah gunung dan bagian kaki gunung juga mencair. Akhirnya mencair deh semua bagian gunung dan terlihat sebagai air yang besar. Kayaknya ini nggak begitu nyambung, masih kesana-kemari. (Pulung Chahyono, www.pulung-online.blogspot.com, mitra_ulung@yahoo.com)

No comments: