Saturday, February 4, 2012

Pecel Ponorogo Surabaya

Model terkenalnya makanan daerah itu ada yang cenderung begini, di daerah asalnya tidak begitu terkenal tapi di daerah lain terkenal sekali. Seperti Bakso Solo sangat terkenal di Jakarta dan banyak daerah lain. Tapi kalau ke Solo lalu cari warung atau depot Bakso Solo sulit sekali bahkan tak akan menemukannya. Juga Masakan Padang yang populer di seluruh daerah nusantara, tapi sulit menemukan Restoran Masakan Padang di kota asalnya. Cukup banyak makanan daerah terkenal seperti itu. Menemukannya justru lebih mudah di daerah lain. (Foto: Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin, Surabaya).

Pecel Ponorogo juga demikian, terkenal di Surabaya. Apalagi pecel Ponorogo Hj. Boeyatin, Jalan Ketabang Kali 15 Surabaya. Memang serupa pecel lainnya dari Jawa Timur; pecel Blitar, pecel Madiun, pecel Kediri atau lainnya. Nasi dengan beragam sayuran rebus yang disiram sambel pecel. Sayuran umumnya daun bayam, daun ketela, daun pepaya, kembang turi dan kecambah. Jenis lauknya di sini banyak tersedia; gorengan telur, tempe, tahu, daging, jerohan dan banyak lagi. Konon yang khas dari pecel Ponorogo Hj. Boeyatin adalah racikan bahan dan bumbu sambelnya.

Saat saya ke kota Surabaya, sepanjang perjalanan dari Bandara Juanda, dalam obrolannya saudara memberitahu tentang pecel Ponorogo Hj. Boeyatin ini. Awalnya dia tanya, “Suka pecel nggak?” Saya yakin dia tahu kalau saya suka pecel, wong saya berasal dari daerah endemik pecel. Belum sempat saya jawab, dia langsung menawarkan “Ada pecel enak disini, nanti saya tunjukkan tempatnya”. Ternyata memang mak nyuss! Selain ke saya, istri dan anak-anak saya, dia pasti juga pernah ceritakan pecel ini ke saudara lain yang berkunjung ke Surabaya.

Demikian terkenalnya sehingga banyak orang membicarakannya. Tanpa disadari sebenarnya mereka berperan mempromosikan Pecel Ponorogo Hj. Boeyatin. Promosi sukarela dalam obrolan. Bayangkan kalau ada seratus orang yang mengobrolkan pecel ini, dan setiap orangnya juga menyampaikannya kepada sepuluh orang. Berapa orang yang terekspos promosi sukarela pecelnya? Belum lagi kalau orang yang pernah diceritakan tentang pecel ini kemudian juga bercerita kepada orang lain lagi. Tambah banyak lagi yang terimbas.

Promosi gethok tular seperti itu ternyata lebih manjur. Orang akan cenderung menjadi tertarik secara sukarela. Karena penyampaiannya melalui obralan santai, diselingi obrolan ringan lainnya. Ini membuat mereka merasa tidak terinvensi seperti promosi formal umumnya. Seandainya penjual pecelnya tahu nomor handphone orang-orang itu, mungkin dia akan kirim SMS untuk mengundangnya makan pecel gratis. Setelah itu orang yang diundang pasti jadi lebih sukarela mempromosikan pecelnya lagi. (Pulung Chahyono, http://pulung-online.blogspot.com, mitra_ulung@yahoo.com)

Sunday, January 29, 2012

Seputar Bakso dan Sapi

Penjual bakso benar-benar telah mengeksploitasi habis-habisan hewan sapi. Demi masakan baksonya. Mereka masih kurang hanya dengan bakso daging sapi. Mulai dari bakso kepala sapi sampai bakso buntut sapi. Tidak hanya bakso kaki sapi tetapi juga bakso jerohan sapi. Habis sudah setiap bagian tubuh sapi dijadikan bakso. Bagian depan tubuhnya sampai paling belakang, juga dari bawah sampai ke bagian dalamnya. (Foto: Bakso Babat Salatiga).

Saturday, December 24, 2011

Wacana Undang-Undang Ibu

Hampir pasti kita pernah melihat ibu tua terlantar atau berjuang keras mencari sesuap nasi demi mempertahankan sisa hidupnya dalam kerasnya belantara kehidupan. Beberapa saat lalu, seorang ibu diperkosa di angkutan kota kemudian dirawat di rumah sakit namun dia memaksakan diri pulang ke rumah demi menyusui anaknya. Juga cerita ibu yang terhalang menunaikan rindu bertemu anaknya karena dampak perceraiannya. Lebih memprihantinkan seorang ibu berurusan dengan petugas keamanan karena tertangkap sedang mengutil susu demi bayi yang dicintainya. (Foto: Migrant Mother by Dorothea Lange) 

Sunday, December 4, 2011

Kompetensi Papan Nggowo Empan

Setiap daerah dan negera punya adab dan adatnya sendiri. Juga halnya pepatah jawa papan nggowo empan karena lain ladang lain belakang, lain lubuk lain ikannya. Ini biasanya berkaitan dengan perilaku interaktif dengan lingkungannya, termasuk di negeri sendiri maupun sampai jazirah Arab sekalipun. Pendekatan papan nggowo empan disebut situational approach. Memperhitungkan situasi lingkungan, serta menyesuaikan diri dengan adab dan adatnya. Untuk mampu melakukan situational approach paling tidak harus memiliki tiga kompetensi dasar, yaitu Diagnosa, Fleksibilitas dan Kemitraan.

Saturday, November 26, 2011

Semua Bisa Didangdutkan

Tidak ada musik yang tak bisa didangdutkan. Dari waktu ke waktu, sebut saja mulai dari musik Cadas sampai Melankolis, lagu Barat sampai Timur, dan Nasional sampai Lokal telah didangdutkan. Grup-grup orkes melayu terkenal negeri ini sangat kreatif seni kedangdutannya. Juga grup-grup orkes melayu lokal yang populer dengan pentas live dari daerah ke daerah. Sepertinya mereka merasa dituntut keras agar penggemarnya, yang dipersepsikan sebagai grass root, selalu antusias dan terhibur. Bahkan sering terjadi histeria, penonton terlalu antusias hingga ricuh dan memakan korban. (Foto: Pentas Dangdut, Youtube)