Thursday, March 31, 2011

Sate Pak Manto & Donat J.co

Memang ndak ada hubungannya antara sate kambing dan donat. Apalagi sate kambing lokal dibanding dengan donat internasional. Sate dibakar di atas bara arang sambil dikipasi, sedang donat digoreng dengan minyak goreng. Sate kambing dilumuri bumbu kecap atau kacang, kalau donat dilelehi coklat, rasa stroberi atau rasa lainnya. Sate kambing disunduki tusuk sate, donat dilubangi tengahnya. Warung sate kambing selalu menebar asap dan aroma sate, donat tentu tidak. Ya iyalah masak toko donat menebar aroma sate! Lha trus, apanya yang mau diceritakan?

Ini antara Sate Kambing Pak Manto Solo dan Donat J.co. Saya cerita apa yang menjadi kemiripan mereka. Juga sedikit membandingkannya. Di donat J.co meja-meja tidak memiliki nomer. Sama dengan di Sate Kambing Pak Manto. Tapi meja dan kursi di Donat J.co adalah furnitur yang bagus sedang di Sate Kambing Pak Manto cukup meja biasa dengan dingklik panjang. Donat J.co biasanya ada di Mall Pusat Perbelanjaan dengan papan nama mentereng sedang Sate Kambing Pak Manto berada di pinggir jalan Honggowongso Solo dengan nama tertera di spanduk kain yang juga berfungsi sebagai penutup bagian depan warung.

Saat masuk warung Sate Kambing Pak Manto, baru mecungul langsung ada suara Pak Manto, “Monggo Pak” sambil tetap duduk di belakang tungku pemasak tengkleng. Itu kalau Pak Manto tidak tahu nama pembeli yang datang ke warungnya. Tapi kalau dia tahu namanya, pasti dia akan menyebutkan namanya, seperti “Monggo Pak Joko, bakar nopo tengkleng?”. Pembeli yang disapa biasanya langsung menjawab dengan pesanannya, “Tengkleng satu”. Trus ditanya lagi, “Pak Joko, pedes?”. Pembelinya bisa menjawab, “Inggih, kuahe radha kathah.” Lumayan, ada tambahan kuah.

Di warung Sate Kambing Pak Manto, beberapa orang meladeni pembeli. Yang bagian minuman menanyakan pesanan minum pembeli. Yang di belakang rombong menyiapkan nasi dan bumbu. Sesekali berkata “Monggo” kepada  pembeli yang sudah selesai makan, kemudian menerima dan nyusuki uang pembeli. Yang dibelakang tunggu sate sibuk membakar sate di tempat arang bakaran sate dengan kipas manualnya. Sedang Pak Manto sibuk memasak  tengkleng dalam wajan di belakang tungku arang dengan kipas angin listrik sambil memasukkan bumbu-bumbu tengkleng ke dalam wajan.

Ini kemiripannya. Donat J.co dan Sate Kambing Pak Manto selalu menyapa setiap pembeli yang datang atau menyebut namanya. Di Donat J.co setelah memesan menu minuman dan makanan, ketika membayar pesanan di kasir ditanyakan nama pembelinya. Kemudian saat pesanan makan dan minum diantarkan, pelayannya menyebut nama pemesannya, misalnya “Pak Joko” yang tentunya akan disahut “Ya” atau dengan respons oleh pemesan yang dipanggil. Menyebut nama itu bisa membuat pembeli merasa lebih dilayani. Ini mungkin salah satu yang membuat Donat J.co dan Sate Kambing Pak Manto dikenal dan menarik banyak pembeli. (Pulung Chahyono, http://www.pulung-online.blogspot.com/, mitra_ulung@yahoo.com)

No comments: