Tuesday, August 10, 2010

Java Coffee "Nasgithel"

Secara leksikal "Java Coffee" itu artinya ya kopi yang dihasilkan dari pulau Jawa. Menurut Wikipedia, kata "Java" dalam bahasa populer di negara Amerika merujuk pada kopi secara umum. Memang sejarahnya kopi dari Jawa sudah mulai menyebar dan terkenal di pasar dunia sejak kolonial Hindia Belanda membudidayakannya secara besar-besaran di pulau Jawa. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, "Kopi Jawa" selain merujuk ke asal kopi, juga berarti minuman kopi yang berwarna hitam pekat, kental, panas dan terasa cukup manis. Ada akronim yang umum untuk menyebut kopi jenis ini di Jawa, nasgithel (panas, legi, kenthel), panas, manis dan kenthal. (Foto: Kopi Arabica, sumber: www.plantamor.com)


Kalau anda pernah bertamu di satu keluarga Jawa di kampung, sangat mungkin anda pernah merasakan suguhan kopi ini. Kopi yang panas, manis dan kenthal disuguhkan dalam cangkir di atas tatakannya. Cara meminumnya tidak perlu menunggu sampai kopi dingin, tetapi dari cangkirnya langsung dituang ke tatakannya kemudian ditiup beberapa hembusan dan langsung disruput. Panasnya masih terasa memang, tetapi tidak sampai membuat melepuh mulut. Justru ini yang membuat nikmat dan nendang rasa kopinya. Dulu biasanya kopi ini dinikmati bersama dengan singkong rebus. Keduanya, kopi dan singkong rebus, menjadi ikon kenikmatan kuliner orang Jawa waktu itu.

Kopi awalnya berasal dari benua Afrika kemudian berkembang di seluruh dunia. Secara umum ada dua jenis kopi Arabica dan Robusta dengan berbagai subvarietasnya. Tanaman kopi bisa tumbuh di dataran rendah dan tinggi, dan tumbuh optimal di daerah sejuk. Ketika jaman kolonial Belanda, seorang bernama Zwaardecroon, membawa beberapa benih tanaman dari Mekkah ke Bogor. Selanjutnya kopi mulai dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh pulau Jawa. Dan kopi menjadi tanaman komoditas penting dari pulau Jawa. Hasilnya dikirim ke pasar Eropa, dan sejak saat ini kopi dari Jawa mulai merambah dunia. Sebagian sisa perkebunan kopi itu masih bisa bertahan hingga kini di sepanjang daerah pulau Jawa.

Kini banyak jenis minuman kopi yang cukup terkenal di dunia. Yang umum didengar saja ada kopi Espresso, kopi Cappuccino, kopi Macchiato, kopi Mocca, dan banyak lagi. Tahukah anda kopi yang paling langka dan mahal di dunia? Kopi Luwak. Kopi ini juga khas Jawa. Kopi yang dimakan oleh luwak (musang) kemudian biji kopinya keluar bersama kotorannya karena tidak mampu dicerna dan mengalami fermentasi alami di dalam perut musang. Proses ini memberikan tambahan rasa yang unik terhadap kopinya. Karena mulai ada kontroversi mengenai kopi luwak, baru-baru ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) membahas fatwa tentang kopi luwak. Hasilnya kopi luwak dinyatakan halal setelah melalui proses pembersihan terlebih dulu.

Saya percaya banyak yang pernah melihat logo "Kopi Jawa" seperti ini karena sering memanfaatkan produknya. Logo berupa sebuah cangkir yang memiliki pegangan di atas tatakannya berwana biru, kemudian ada asap kopi berwarna oranye. Itu logonya bahasa pemrograman "Java" yang dikembangkan oleh tim yang dimotori James Gosling, di Amerika Serikat. Bahasa pemrograman ciptaannya itu diputuskan bernama Java. "It's surprisingly difficult to find a good name for a programming language, as the team discovered after many hours of brainstorming. Finally, inspiration struck one day during a trip to the local coffee shop" Gosling recalls. (History of the World Wide Web by Shahrooz Feizabadi). Konon "Bapak Java" Gosling ini juga seorang penikmat Kopi Jawa. (Pulung Chahyono, www.pulung-online.blogspot.com, mitra_ulung@yahoo.com)

No comments: