Apa bedanya kucing kampung, kucing persia, kuncing anggora, kucing siam atau kucing bengal? Apakah kucing ras tertentu berperilaku tidak cluthak, tidak kluyuran dan tidak beol di sembarang tempat? Sama saja, semuanya tetap kucing, mereka memiliki insting hewani yang sama. Sedangkan nama-nama kucing itu hanya dibedakan dari asal ras, jenis atau warna bulunya. Perilaku kucing tergantung keberhasilan proses penjinakan (domestikasi).
Namanya maling pasti nyolongan. Kalau nggak nyolong berarti ya bukan maling. Nyolong apa saja bisa barang-barang berharga, atau sekedar helm motor, sepatu, sandal termasuk handphone. Jika nyolongnya masuk areal rumah di waktu siang hari dengan memanfaatkan lengahnya penghuni rumah, itu "maling nylubuk". Waktu nyolongnya singkat. Dia tahu kapan harus nylubuk rumah karena maling sudah tahu kebiasaan dan situasi rumah pada jam-jam tertentu. Maling melakukan pengamatan situasi rumah terlebih dahulu.
Ramai diberitakan pemimpin daerah ngamuk kepada perusak taman dan pemimpin daerah lainnya bersitegang dengan pemukim liar. Juga dimuat dalam berita tentang kemarahan pemimpin dengan PKL dan pembuang sampah sembarangan. Justru penekanan beritanya dan yang ditanggapi adalah ngamuknya, emosinya, dan marahnya. Kenapa energi berita dan pembahasannya tidak diarahkan dan ditekankan kemana birokrasi dibawahnya? Bagaimana mendukung ketertiban di masyarakat?
Keberadaan lelembut dipercaya sebagian masyarakat. Lelembut adalah makhluk halus yang konon memiliki komunitas, berbudaya, dan beranak-pinak di alam lelembut, seperti halnya alam kehidupan manusia. Dengan mata kasatnya manusia tak mampu melihat bangsa lelembut, demikian sebaliknya. Hanya manusia dan lelembut "pintar" yang bisa saling melihat. Bahkan ada manusia dianggap bisa berinteraksi, menikah dan memiliki anak dengan bangsa lelembut. Terlepas kontroversi alam perlelembutan, ini sekedar menulis ingatan pengalaman saat masih anak di kampung halaman Pakunden Blitar. (Foto: Pemakaman Umum, Trilara, Desa Blitar)
Pintu portal di jalan masuk kampung pemukiman negeri ini hampir selalu bisa ditemui saat menelurusi jalur jalan di dalamnya. Pemasangan pintu portal dibuat berbentuk pagar satu atau dua bagian, atau sekedar palang jalan yang bisa dibuka-tutup. Biasanya terbuat dari besi yang kuat. Sebagai pemalangan jalan demi menjaga keamanan pemukiman warga. Masuknya orang luar dibatasi atau bahkan dilarang. Karena berpotensi menyebabkan keadaan kampung pemukiman tidak aman. (Foto: Portal Jalan di kampung Tegalsari, Laweyan Surakarta)