Friday, April 2, 2010

Di Bawah Payung Raksasa

Setiap menjelang waktu sholat payung raksasa itu selalu mengembang dan menguncup kembali setelahnya. Di siang hari helai raksasa payung ini mampu menghadang teriknya panas matahari menerpa diri yang sedang bersujud, dan di kala malam menahan hawa dingin yang menusuk. Helai payung raksasa ini berbentuk bersegi berwana putih semu krem. Helai payung berhiaskan ornamen bentuk diamond berwana hijau. Saat mengembang, sisi-sisi helai payung saling bertemu dengan sisi-sisi helai payung lain, menghampar seperti atap langit. (Foto: Payung Raksasa, Masjid Nabawi Madinah).

Di pertengahan tinggi tiang terdapat lampu berkerangka hias berbentuk sangkar kuning memancarkan kilau cahaya keemasan. Lampu-lampu di dalamnya terlindung tutup kaca sehingga tetap mampu menerangi sekitar di malam hari dan menambah indahnya payung raksasa. Ketika payung mengembang penuh, kerangka sangkar lampu hias ini terlihat seperti pangkal bunga yang indah keemasan. Helai-helai payung raksasa seakan kelopak bunga putih indah yang sedang mekar. Megah diatas tangkai tiangnya yang menjulang dari permukaan lantai marmer yang mengkilap. Demikian saat menguncup ia seperti bunga kuncup kokoh tegak berdiri.

Payung raksasa ini terpasang di bagian luar dan dalam Masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah. Saat akhir tahun 2008 payung-payung raksasa banyak terlihat di sebelah timur Masjid Nabawi. Sebagian diantaranya terdapat di bagian tengah masjid, menempati ruang langit-langit yang terbuka. Tiang-tiang payung terlihat sedang dibangun di sisi-sisi luar lain Masjid. Suatu pemandangan indah saat menguncup dan mengembang. Saat payung kuncup atau ketika kubah geser membuka, saat itu di dalam Masjid Nabawi diri ini bisa memanjatkan doa-doa penyejuk jiwa langsung beratap langit biru.

Masjid Nabawi dibangun berdasarkan asas taqwa oleh Rasulullah SAW saat masuk kota Madinah. Pada jaman nabi masjid itu dibangun seluas 2.500 m2 (50 x 50 m) dengan tinggi atap 3,5 meter. Kemudian Masjid Nabawi mengalami beberapa kali renovasi pada jamannya. Terakhir Raja Fahd merenovasi masjid dan mempeluas menjadi 82.000 m2 meliputi bangunan-bangunan terdahulu dengan tinggi atap 12.55 meter. Ini adalah proyek perluasan paling besar sepanjang sejarah Masjid Nabawi. (Sejarah Madinah Munawwarah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani).

Di bawah "payung raksasa", diri ini bersimpuh tasyahhud dengan jiwa tulus ikhlas di bawah iman "Tidak ada Ilah selain Allah". Setulus hati tanpa berhitung lipatganda pahalanya. Tidak ada sesuatu yang dapat menenteramkan jiwa dan mengusir kegalauan darinya, selain beriman yang sesungguhnya kepada Gusti Allah, Rabb semesta alam. Sehingga tercipta ketenangan dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati dalam menerima dan menjalani ketentuan Gusti Allah, serta keikhlasan dalam menerima segala takdir-NYA dalam kesementaraan dunia ini. (Pulung Chahyono, www.pulung-online.blogspot.com, mitra_ulung@yahoo.com)

No comments: