Wednesday, September 6, 2023

"Real" Mbrengengeng Nasal Sound

Dalam referensi kaidah fonetik bahasa Inggris, Nasal Sound (suara hidung) adalah suara dengung yang keluar melalui hidung karena terbendungnya aliran udara melalui mulut. Ada tiga (3) huruf ber-nasal sound dalam bahasa Inggris: /m/, /n/, dan /ng/ yang disuarakan dengan menggetarkan pita suara untuk menghasilkan suara nasal sound. Untuk membendung aliran udara melalui mulut agar aliran udara mengalir melalui hidung, saat menyuarakan /m/ dengan mengatupkan kedua bibir (bilabial), /n/ dengan menempelkan ujung lidah pada langit-langit depan mulut (alveolar), dan /ng/ pangkal lidah dilekatkan pada langit-langit belakang mulut (velar).

Dalam bahasa Inggris (twinkl.co.id), suara ketiga nasal sound ini diibaratkan dengan suara lain:
the humming sound /m/, ibarat suara gumam
the aeroplane sound /n/, ibarat suara pesawat udara
the ringing sound /ng/, ibarat suara bel telepon
Suara nasal sound /ng/ dalam bahasa Inggris dilambangkan dengan konsonan /ng/ seperti dalam kaidah kata kerja dalam "Past/Present/Future Continous Tense" atau kaidah membendakan kata kerja "Gerund".

Dalam kaidah ilmu Tajwid bahasa Arab, suara dengung dibagi menjadi empat (4) tingkatan dengung (marothibul ghunnah). Tingkat dengung paling sempurna (akmal) diantaranya nun dan mim ghunnah musyadadah, sempurna (kamilah) diantaranya ikhfa hakiki, kurang sempurna (naqisoh) diantara huruf idzar halqi, dan paling kurang sempurna (anqosh) saat huruf nun dan mim berharokat fathah, kasroh atau dhomah. Huruf Arab ghunnah hanya ada 2 huruf yaitu /n/ dan /m/ mendengung "dalam keadaan apapun".

Lebih lanjut wabil khusus, di tingkatan dengung Kamilah (Sempurna), terdapat kaidah Ikhfa Hakiki, selain Iqlab dan Ikhfa Safawi. Dalam kaidah Ikhfa Hakiki di lingkungan tradisional jawa pembelajaran bahasa Arab juga disebut suara "mbrengengeng". Suaranya diibaratkan dengan suara Tawon, yang dalam referensi bahasa Inggris diibaratkan dengan suara dering telepon. Dalam kaidah Ikhfa Hakiki, yang mengkhususkan kaidah "nun sukun atau tanwin" bersuara "mbrengengeng" /ng/ saat huruf nun sukun/tanwin bertemu dengan 15 huruf Hijaiyah tertentu lainnya.

Kadar samar (ikhfa) berbeda dipengaruhi "titik jarak" Makhrojul Huruf antara nun dengan 15 huruf ikhfa, terbagi tiga (3) yaitu akrob (dekat), ausath (sedang) dan ab'ad (jauh). Ab'ad adalah "real" mbrengengengnya. Ketika nun sukun/tanwin bertemu dengan /kaf/ dan /qof/ yang memiliki makhrojul huruf di pangkal lidah belakang berada di "titik terjauh" dari makhrojul huruf nun di langit-langit mulut depan. Lidah (lisan) dari makhrojul huruf nun harus berpindah mampir atau mengarah ke titik makhrojul 15 huruf ikhfa sambil menyamarkan suara nun dengan huruf ikhfa di depannya. Karena makhrojul huruf kaf dan qaf terjauh maka suara keluar hanya -ng mbrengengeng. (Pulung Chahyono, M.Kes., www.pulung-online.blogspot.com, mitra_ulung@yahoo.com)

No comments: