Ini daunnya yang keriting, bukan cabainya. Cabainya cabe Rawit. Sudah dua kali pohon cabai saya tanam. Penanaman pertama, pohon cabai tidak sampai setinggi 20 cm dengan daun baru sekitar 15 lembar, semua daunnya mulai mengeriting. Kemudian dicabut, dan diganti pohon cabai baru dan dilakukan penyemportan pestisida organik setiap minggu. Pohon mampu tumbuh lebih tinggi sampai sekitar 40 cm dan mulai pentil buah cabai, namun gugur dan sebagian daunnya kembali mengeriting. Kini sedang mempertimbangkan untuk mencabut dan menanam ketiga.
Batu akik bermotif mata hewan paling populer di kalangan pengguna akik dan berbagai literatur, yaitu mata kucing (cat’s eye), mata elang (hawk’s eye) dan mata harimau (tiger’s eye). Dinamakan demikian karena batu batu mulia ini memiliki motif dan warna yang masing-masing menyerupai mata ketiga hewan ini. Demikian juga nama hewannya dikenal memiliki keistimewaan tersendiri, yang terpancar melalui ketajaman matanya. Satu keistimewaan ketiga mata hewan ini mampu bersinar dan melihat di lingkungan yang sangat minim cahaya.
Ketika saya baca satu cerita My Two Guardian Angels dari Chicken Soup of the Soul: Toucehd by an Angel, pikiran langsung menghubungkannya dengan cerita Kaki Among dan Nini Among dalam sedikit pengertian saya di masyarakat tua Jawa. Kaki Among dan Nini Among adalah, atau pernah menjadi, cerita masyarakat tua Jawa tentang kepercayaan bahwa setiap manusia didampingi oleh Makhluk Halus Penjaga (Guardian Angel) untuk mengamong, menjaga dan melindunginya dari segala marabahaya terhadap jasmani dan ruhaninya.
Saat ban sepeda motor gembos, reflek yang sering terbersit di benak adalah pertanyaan kenapa ban motor gembos? Kemarin ban ora popo tapi kok sekarang tiba-tiba gembos. Trus ban motor dipencet dengan tangan. Dan terbukti ban benar-benar gembos. Lalu berusaha menerka mungkin ban gembos karena kecoblos paku di jalan. Biasanya begitu! Bahkan benak bisa ber-negative thinking mungkin ada orang yang sengaja menebar paku di jalan untuk menggembosi ban kendaraan yang lewat; sambil teringat berita oknum penebar paku di jalan yang pernah ditayangkan di tivi. (Foto: Kios Tambal Ban, Timur RS Kasih Ibu Surakarta).
Seorang penumpang di kursi baris belakang mobil travel menyampaikan "Sedang musim Pek-pekan sekarang". Sejenak saya berpikir menggali ingatan dan menoleh belakang. Suara itu pasti dari laki-laki pasangan muda-mudi di kursi belakang. Saya menyahut "Benar begitu ya?". Dia segera menanggapi "Iya, sekarang lagi musim anak kecil diculik. Kabarnya setelah diculik, salah satu organ tubuh anak kecil diambil dan dijual". Saya mengerti maksudnya, organ tubuhnya dijual kepada orang yang membutuhkan untuk transplantasi organ tubuh.