Tuesday, December 16, 2014

Mitos Ban Gembos

Saat ban sepeda motor gembos, reflek yang sering terbersit di benak adalah pertanyaan kenapa ban motor gembos? Kemarin ban ora popo tapi kok sekarang tiba-tiba gembos. Trus ban motor dipencet dengan tangan. Dan terbukti ban benar-benar gembos. Lalu berusaha menerka mungkin ban gembos karena kecoblos paku di jalan. Biasanya begitu! Bahkan benak bisa ber-negative thinking mungkin ada orang yang sengaja menebar paku di jalan untuk menggembosi ban kendaraan yang lewat; sambil teringat berita oknum penebar paku di jalan yang pernah ditayangkan di tivi. (Foto: Kios Tambal Ban, Timur RS Kasih Ibu Surakarta).

Sunday, November 30, 2014

Musim Pek-pekan

Seorang penumpang di kursi baris belakang mobil travel menyampaikan "Sedang musim Pek-pekan sekarang". Sejenak saya berpikir menggali ingatan dan menoleh belakang. Suara itu pasti dari laki-laki pasangan muda-mudi di kursi belakang. Saya menyahut "Benar begitu ya?". Dia segera menanggapi "Iya, sekarang lagi musim anak kecil diculik. Kabarnya setelah diculik, salah satu organ tubuh anak kecil diambil dan dijual". Saya mengerti maksudnya, organ tubuhnya dijual kepada orang yang membutuhkan untuk transplantasi organ tubuh.

Friday, October 24, 2014

Suara Motor Mbrebet

Rasanya ndak sreg kalau nyetarter sepeda motor suaranya serak-serak mbrebet. Kalau sudah begini biasanya harus nyetarter berkali-kali menghidupkan mesin. Terutama saat pagi hari setelah mesin motor beristirahat semalaman. Kalau cukup parah mbrebetnya, walau sudah menekan chuck bahan bakar pun tetap sulit menghidupkan mesinnya. Jika demikian berarti harus ngeslah starter injak manualnya. Ini cukup melelahkan, apalagi sedang terburu-buru ke tempat tujuan. Jadi kemrungsung.

Wednesday, September 10, 2014

Nglaras Live Music Saradan

Cukup sering menempuh perjalanan antara Solo dan Blitar membuat saya biasa berhenti di Rumah Makan Utama Saradan Madiun. Beristirahat sambil menikmati menu makanan kegemaran saya, Rawon. Selanjutnya nglaras santai mendengar live music sebelum melanjutkan perjalanan. Musik gratis, atau bisa sukarela memberi uang ke keranjangnya. Khas penyanyinya menguncir rambutnya. Live music mepet samping depan pintu masuk rumah makan dengan organ tunggal dan sound system. Posisinya membuat pengujung di dalam maupun teras luar bisa melihatnya.

Saturday, August 16, 2014

Panggil Nama Terbaiknya

Saya masih ingat satu pelajaran dari guru bahasa Indonesia saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Bukan tentang pelajaran cara membuat kalimat baku dengan subyek, predikat dan obyek. Juga bukan berkaitan dengan pelajaran morfologi atau fonologi. Namun cara memanggil nama teman. Pak guru mengajarkan agar kita memanggil teman-teman dengan panggilan terbaiknya. Bukan dengan nama yang cenderung mengolok-olok dan tidak membuatnya baik.