
-
Ini tentang kesederhanaan alam. Tak hendak menggurui, sembarang cerita 5 paragraf ini sekadar pelipur waktu dan penghambat tirani lupa.

Kotak kayu mirip peti mati besar berisi harimau berukuran pas hingga hewan ini tidak bisa berbalik arah di dalamnya diletakkan di alun-alun. Kotak dikelilingi oleh barisan laki-laki bersenjata tombak. Cukup luas kelilingan orang itu kira-kira berdiameter 100 meter. Kemudian muncul orang berpakaian lengkap berjalan menuju kotak diikuti dua orang di belakangnya; satu membawa sepanggul jerami dan lainnya memegang obor. Jerami diletakkan tepat di depan kotak dimana arah kepala harimau. Orang yang berpakaian lengkap membuka pintu geser belakang kotak dan perlahan menggantikan dengan tutup kain gelap. Jerami dibakar pembawa obor. Mereka bertiga lalu keluar arena.
Tentu ini tak sebanding dengan Timezone dan Amazone, arena bermain anak yang biasanya ada di pusat hiburan dan perbelanjaan mewah. Area bermain di ruang sejuk ber-AC. Seisi ruangannya dihias dekorasi dan lampu warna-warni menarik. Penjaga berpakaian seragam rapi siap melayani setiap pengunjung. Timezone dan Amazone selalu didatangi anak-anak keluarga berduit. Sekali datang bisa menghabiskan uang puluhan atau bahkan ratusan ribu. Mereka bermain dengan membeli koin atau kartu gesek permainan di meja counter kaca yang berisi berbagai souvenir menarik bagi pengunjung. Anak, dan juga remaja, terlihat menikmati riang setiap jenis permainan modernnya.
Tugu Cembengan berada di tengah perempatan bertemunya empat jalur jalan; dari utara jalan Ki Hajar Dewantoro, dari timur jalan Ir. Sutami dan selatan jalan Kolonel Sutarto dan dari barat jalan Tentara Pelajar. Tugu ini dicat dengan warna putih. Aslinya tugu Cembengan dibangun jaman Sri Susuhunan Paku Buwono X, Raja Kraton Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893-1939. Tugu Cembengan adalah salah satu cagar budaya di Solo. Tugu yang ada kini adalah bangunan pengganti, namun tetap mempertahankan model bersusun aslinya. Model ini adalah khas tugu di tengah jalan perempatan yang dibangun jaman itu. (Foto: Tugu Cembengan, Solo).
Bak untaian mutiara indah negeri ini. Ribuan pulau berjajar sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia. Gugusan pulau ini memiliki kekayaan dan distribusi flora dan fauna yang melimpah. Kondisi geologi dan geografinya berimplikasi pada aspek topografi, iklim, kesuburan tanah, dan sebaran tumbuhan dan hewan. Negeri dengan berbagai kandungan mineral bumi, kekayaan alam dan laut dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Kekayaan dan keindahan alam juga memberi nuansa warna-warni budaya insan penghuninya. Demikian indah dan kayanya hingga menarik migrasi manusia ke negeri ini mulai dari jaman prasejarah hingga kini. (Foto: Wisata Bendungan Selorejo, Jawa Timur)."If you can't explain it simply, you don't understand it well enough." (Albert Einstein)